3 Alasan Seseorang Berani Memutuskan Untuk Gap Year
Lulus dari bangku SMA/K membuat setiap pelajar mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, siapa sangka jika dalam mencapai tujuan untuk berkuliah terkadang terdapat suatu hambatan. Hal tersebut akhirnya membuat seorang pelajar berani memutuskan untuk menunda kuliah a.k.a gap year.
Sayangnya banyak yang mengira bahwa seseorang yang memilih gap year adalah orang yang putus asa atau malas. Padahal berdasarkan hasil wawancara (interview) ke beberapa narasumber, kami menemukan sekian fakta alasan orang memilih untuk gap year. Nah, kira-kira alasannya apa saja, ya? Penasaran? Berikut ulasannya!
1. Mencoba Lagi Tahun Depan
2. Masalah Biaya
Untuk kalian yang memutuskan gap year, tetap semangat dan jangan malu. Tuhan dengan sengaja memberimu kegagalan sebelum kamu merasakan keberhasilan. Mengapa? Supaya kamu bisa lebih menghargai arti sebuah kesuksesan. Semangat kawan! Tidak ada yang salah dalam sebuah perjuangan.” -Fitria Millenia Astuti, pejuang gap year tahun 2018. Saat ini sedang menempuh kuliah di Universitas Terbuka, Prodi S1 PG-PAUD.
Bagi pejuang gap year, semangat untuk ikut tes ditahun berikutnya. Ingat, jangan hanya terfokus pada satu jalur saja. Lalu, coba lihat kualifikasi dirimu cocok atau tidak dengan jurusan yang diambil. Terakhir, manfaatkan waktu gap yearmu untuk belajar lebih giat lagi, ya.” -Maizatul Farichah, pejuang gap year tahun 2019. Saat ini sedang menempuh kuliah di Universitas Airlangga, Prodi D4 Pengobatan Tradisional Fakultas Vokasi.
Nah, itulah beberapa alasan dan kata motivasi dari narasumber yang sudah berani memutuskan untuk gap year. Setelah kamu membaca artikel ini, semoga tidak lagi berpikir negatif dan menganggap bahwa orang-orang yang memutuskan untuk gap year adalah seorang pemalas dan tidak mau bekerja keras lagi. Tapi, memang dalam perjalanan hidup ada satu hal dan lainnya yang tidak bisa dipaksakan.
Dan yang harus diingat, ketika kita sudah memutuskan untuk gap year, kita harus bisa bertanggungjawab dengan keputusan yang kita ambil yaitu dengan menggunakan waktu gap year semaksimal mungkin, jangan sampai terlena dan akhirnya menyesal ketika waktunya tiba.
Kamu punya pendapat lain mengenai gap year? Atau punya pengalaman gap year? Yuk, langsung saja share di kolom komentar!




Post A Comment
Tidak ada komentar :
1. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan. Tunjukkan bahwa anda adalah orang berpendidikan yang senantiasa menjaga etika.
2. Komentar tidak boleh menyinggung SARA, Porno, dan sejenisnya
3. Dilarang menggunakan akun Anonim.